{"version":"1.0","type":"rich","provider_name":"Acast","provider_url":"https://acast.com","height":250,"width":700,"html":"<iframe src=\"https://embed.acast.com/$/639406a1504fe900114531ce/63a8706ecc3f7e001187cbd9?\" frameBorder=\"0\" width=\"700\" height=\"250\"></iframe>","title":"Cinta Menurut Psikologi","thumbnail_width":200,"thumbnail_height":200,"thumbnail_url":"https://open-images.acast.com/shows/639406a1504fe900114531ce/1670688642462-7a439740edaf2a3b2108c79c66301649.jpeg?height=200","description":"<p><a href=\"https://open.spotify.com/show/0hlaLnyzY90k671BTSIIVu\" rel=\"noopener noreferrer\" target=\"_blank\">Kangen Beropini Podcast</a>: Cinta Menurut Psikologi </p><p>Cinta adalah sesuatu yang mungkin dimiliki setiap orang. Bahkan cinta adalah hak asasi setiap manusia di dunia, akibatnya setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai oleh orang lain. Meski kata cinta sudah tidak asing lagi, namun masih banyak orang yang belum mengetahui definisi dari istilah cinta. lalu sebenarnya apa sih arti cinta? Arti cinta itu sendiri sulit dibedakan baik dari segi batasan maupun pengertian. Hal ini dikarenakan cinta merupakan salah satu bentuk emosi dan perasaan yang dapat dimiliki oleh setiap individu. Sifatnya juga lebih subjektif akibatnya makna cinta dari setiap individu akan berbeda satu sama lain tergantung dari pengalaman dan penghayatan yang dimiliki. Nah berikut penjelasan lebih lanjut tentang cinta dari pengertian psikologi.</p><p>#kangenberopinipodcast #podcast</p>","author_name":"Kangen Beropini Podcast"}